4 Klasifikasi Mutu Paving Block Standar SNI 03-0691

Standar SNI & Mutuicon12 Okt 2026icon5 menit baca

Ketahui perbedaan mutu A, B, C, dan D pada paving block menurut standar pengujian balai bahan konstruksi. Dari beban trotoar pejalan kaki hingga perlintasan kontainer berat.

icon
Ditulis oleh: Tim Teknis Pavingblock99
4 Klasifikasi Paving Block Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 03-0691-1996)
Dokumentasi & Panduan Resmi Rekayasa Perkerasan Conblock — Pabrik Pavingblock99 Yogyakarta
iconPoin Kunci Edukasi Teknis:

Perkerasan conblock standar SNI menuntut pemilihan mutu beton yang sesuai beban gandar (K-250 pejalan kaki, K-300 mobil harian, dan K-400 truk berat), serta pemadatan tanah dasar (*subgrade*) dan penguncian kanstin tepi yang presisi.

Standar Resmi SNI 03-0691-1996 untuk Bata Beton (Paving Block)

Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui dokumen SNI 03-0691-1996 menetapkan bahwa paving block (bata beton perkerasan) diklasifikasikan ke dalam 4 tingkatan mutu berdasarkan parameter kuat tekan (compressive strength), ketahanan aus (abrasion resistance), dan penyerapan air maksimum (water absorption). Simak juga alasan lengkap pada ulasan mengapa beli paving block harus standar SNI.

Pemahaman klasifikasi ini sangat krusial bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kontraktor infrastruktur, dan pemilik properti agar spesifikasi yang dibeli di lapangan benar-benar sesuai dengan fungsi peruntukan jalan.

Rincian 4 Tingkatan Mutu SNI

Berikut adalah karakteristik teknis masing-masing klasifikasi mutu SNI yang wajib dipenuhi oleh produsen conblock:

  • iconMutu A (K-400 s/d K-500): Kuat tekan rata-rata 40 MPa. Diperuntukkan bagi perkerasan jalan yang dilalui beban gandar kendaraan berat, kawasan pergudangan logistik, terminal peti kemas, dan SPBU.
  • iconMutu B (K-300): Kuat tekan rata-rata 30 MPa. Diperuntukkan bagi pelataran parkir mobil komersial, jalan lingkungan perumahan, carport, dan akses kendaraan operasional harian. Cek katalog spesifikasinya di katalog conblock Jogja pres hidrolik.
  • iconMutu C (K-200 s/d K-250): Kuat tekan rata-rata 20 MPa. Khusus difungsikan untuk jalur trotoar pedestrian pejalan kaki, pelataran taman kota, dan jalan sepeda.
  • iconMutu D (K-150): Kuat tekan rata-rata 15 MPa. Diperuntukkan bagi taman dekoratif yang sama sekali tidak dilalui beban roda kendaraan bermotor.

Pentingnya Nilai Penyerapan Air (Water Absorption)

Selain kekuatan tekan, SNI mensyaratkan batas penyerapan air maksimal berkisar antara 3% hingga 6%. Conblock berkualitas tinggi memiliki rongga pori mikro yang sangat padat, sehingga air tidak meresap ke dalam inti beton yang dapat menyebabkan pelapukan dan tumbuhnya lumut licin.

Di workshop pabrik Pavingblock99 Bantul, proses vibropress hidrolik otomatis memastikan seluruh adonan semen PC tipe 1 dan abu batu silika menyatu sempurna memenuhi standar Mutu A dan Mutu B SNI untuk pengiriman wilayah Sleman, Kota Jogja, dan Solo Raya.

Ir. Hendra Prasetyo, S.T., M.T.
Ditulis & Ditinjau Oleh:

Ir. Hendra Prasetyo, S.T., M.T.

Quality Control

Alumnus Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan pengalaman 12+ tahun dalam rekayasa beton pracetak. Bertanggung jawab atas pengujian kuat tekan laboratorium (K-250 s/d K-400), kepatuhan standar SNI 03-0691-1996, dan kalibrasi mesin hidrolik presisi.

Bidang Keahlian: Uji Tekan Laboratorium • Standar SNI 03-0691-1996 • Teknologi Press Hidrolik

Untuk konsultasi pengadaan material dan jasa pasang langsung dari produsen lokal Bantul, kunjungi halaman Paving Block Bantul.

Panduan Praktis Terkait

Cara Pasang Paving Block Standar SNI 03-0691-1996

Pelajari langkah demi langkah pemadatan tanah dasar, screeding pasir alas, dan pemadatan akhir stamper agar conblock Anda anti-amblas.

Baca Panduan SNIicon
iconTopik Relevan:#klasifikasi paving block sni#sni 03 0691 1996#mutu paving block
Konsultasi Proyek Langsung ke Pabrik

Butuh Estimasi Volume & Surat Penawaran Resmi?

Dapatkan rekomendasi mutu beton dan ketebalan paving yang presisi untuk kebutuhan halaman atau jalan Anda. Layanan survei lokasi bebas biaya untuk seluruh wilayah D.I. Yogyakarta.

icon